Tuesday, April 21, 2020

Life.

It's funny how life changes you, or rather, how you change depending on what life throws at you.

Hello, yes it's me again. After years of actually forgetting how it feels to write and share stories, something stirred in me and I found myself scrolling through old memories. Now I am writing another post like it was just yesterday wrote my last post.

Lots have happened since. I think I have been dealing with so much dramas in life I couldn't find the energy do anything else. I looked back at my old posts and felt weird. Like she's not me.

What happened, you may ask?
Life, my friends. Life happened. It was, and still is, quite the bumpy ride.

Friday, April 27, 2012

Mikir..

Belakangan ini kerja sampai malam, mata perih seharian liat komputer, lelah nggak karuan sampai badan remuk dan harus ngedobelin jeruk nipis.

Banyak kejadian dari pulang saat Nyepi sampai kakek buyut meninggal, dan kewajiban-kewajiban lainnya yang bikin capek, fisik dan batin. Tapi ini bukan keluhan, sama sekali bukan. Yang ingin saya ceritakan adalah betapa kahidupan yang saya jalani merubah pandangan saya mengenai beberapa hal.

Yang paling saya sadari adalah perubahan saya dalam memandang orang-orang yang duluya saya pikir saya kenal. Saya mengenal seseorang via media online, sempat dekat dan saya tahu dia orang yang bersikap manis. Dari dulu dia hobi gonta ganti status facebook yang isinya protes dengan keadaan negara, mengomentari iini itu yang bukan urusannya. Komentar soal ibu-ibu yang mau nonton Super Junior. Komentar soal harga sembako naik. dan banyak lagi. 

Aneh rasanya. Awalnya saya pikir dia yang berubah jadi bawel. Tapi hari ini saya melihat status  dia -yang menurut saya-nggak penting - dan mendadak terpikir 'ini orang memang begini dari dulu'. Saya yang berubah. Saya yang tidak lagi menyukai hal remeh yang dikomentari layaknya komentator sepakbola. Kurang ini, terlalu begitu, blablabla... Rasanya gemas melihat orang sempat-sempatnya mengomentari orang. Apa dia segitu nggak ada kerjaan? 

Lalu ada tmean yang dari dulu suka mengomantari orang lain. Senang membcarakan orang lain, mengungkit segala keburukannya. Terus terang bicara dengan dia lagi saja,sudah bikin saya mala, apalagi omongannya diselipi pertanyaan mengenai gaji yang -dia pikir- sangat besar (padahal standar =.=) dan keinginan untuk ditraktir. Saya merasa orang seperti itu kok picik ya, dan sepertinya ingin memanfaatkan orang lain saya untuk cari gratissan. Mentang-mentang saya dapat kerja di perusahaan yang lumayan besar, saya wajib mentraktir mereka yang bahkan tidak terlalu dekat?

Kenapa saya berubah ya? Apa karena merasakan bahwa makin lama hidup makin keras, saya jadi tidak suka pada orang-orang yang suka mengomentari orang lain? Karena saya bekerja keras tiap harinya sehingga sebal melihat orang yang bersantai dan banyak waktu luang untuk update ini itu yang tidak penting?

Kalau ya, sepertinya, saya harus bersyukur. Sepertinya sekarang, saya lebih bisa memahami diri saya sendiri, apa yang saya suka maupun tidak sukai.

Wednesday, December 7, 2011

Hmph!!!

Langsung aja deeeeehhh....

Lagi kesel aja, bete...mgkin karena agak sensitif kali ya..

Alasannya simple, karena nggak diangap serius sama temen. Temennya bukan sembarang temen, tapi temen yang sempat berbagi impian, pengen buka usaha suatu saat nanti. Saat chat dia selalu curhat bosen jadi pegawai (plus curcolnya dia tentang teman saya yang lain, dan saya udah males dengerin curhat tersbut, karena lama-lama nggak enak juga), dan pengen buka usaha. Sering mengkhayalkan mau usaha ini-itu. 

Jadi dia harusnya tahu kalau saya menawarkan barang dagangan, yang bikinnya saya pelajari dengan sungguh - sungguh, dengan modal yang nggak sedikit, itu adalah usaha saya dalam mencapai cita-cita. It's a tiny baby steps. Tapi saya sungguh - sungguh melakukannya. Saya nggak minta dikomentarin, saya nggak minta album foto saya yang berisi dagangan itu diliat sama dia. Kalo emang ga tertarik beli ya udah. Kalo mau kritik, silahkan. Tapi jangan belaga minat trus minta gratis. Jangan nanya-nanya trus nggak jawab apa-apa setelah dijawab. Bilang aja, nggak mau beli. Susah amat. 

Menyebalkan, rasanya hati sakit juga. Karena mereka nggak tahu gimana rasanya saya belajar bikin ini-itu yang layak dijual, jadi ingin sekali rasanya bilang sama temen tersebut untuk nggak usah ikut campur. 

Coba dia pikir, apa enak diperlakukan begitu? Coba dia yang udah cape-cape usaha dan hasil usahanya dipakai bahan bercandaan. Tolonglah pahami sedikit usaha orang lain dalam mempertahankan hidupnya, dan sedang berusaha untuk lebih produktif. 

Please deh, pikir dulu sebelum berbuat...


Friday, December 2, 2011

Perubahan

Belakangan ini hidup gw mengalami perubahan yang lumayan.. Awalnya karena sering - sering upload foto hasil masakan dan rajutan di facebook, ada temen yang mesen cookies dan rajutan. Seneng karena hasil karya gw diberi apresiasi yang menurut gw luar biasa banget. Seneng karena dapet duit, walaupun cuma beberapa puluh ribu,tapi efeknya luar biasa buat kepercayaan diri gw. Seneng liat temen yang mesen ngabisin cookiesnya dalam hitungan jam (padahal dia beli 4 lusin =.=)

Pokoknya jadi seneng dan pede deh.. Banyak temen yang ngasi link kerjaan, dan hari ini (tadi pagi) gw dipanggil interview di perusahaan yang berkantor di Menara Rajawali, Mega Kuningan sana. Kayaknya interviewnya lumayan lancar, yah, mudah-mudahan diterima deh..

Terus tadi sore ditelpon lagi sama perusahaan yang link-nya dikasi oleh pelanggan pertama produk cookies tadi.. Mudah-mudahan dapet yang terbaik ya..

Semoga ini jadi momen berputarnya roda kehidupan gw (dan keluarga) menjadi lebih baik.. Banyak - banyak bersyukur untuk berkah yang gw dapet, dari dulu, hari ini, dan semoga di hari - hari mendatang... 

Jangan pernah putus asa. Peluang datang kalau kita aktif mencari, dan selalu datang di saat yang tepat. Timing Tuhan mungkin beda dengan timing kita, tapi Dia selalu memberikan jalan keluar terbaik, di saat terbaik, buat kita. 

Love Him always..

Om Sai Ram :)




Wednesday, November 30, 2011

Mengganggu

Hufft

Susah kalo punya temen muka gratisan :P
Apa - apa minta gratis, makin banyak ngasi makin banyak rezeki, plis deh.. Gw kan nganggur??? Dia kan KERJA! Kalo udah tau gw JUALAN buat nambahin duit yang setipis kapas ini, lo masih gak malu MINTA GRATIS!!!

CAPE DEEEEE

Tuesday, November 22, 2011

Pengen....

Huuuuuuuuuuuufttt

Belakangan ini kepengen mengakhiri masa lajang :P
Ngiri kali ya, liat Vivi married, Omi married, Grace, dll dll...married semua >.<

Yah, udah cukup umur memang, tapi masih ada masa depan yang harus dipikirin,,,belom punya penghasilan, ini itu,,,si mas memang udah tetap kerjaannya tapi banyak hal yang masih perlu dibenahi,,

Semoga bisa sama-sama ya Mas ^^

xoxo
Puw

Thursday, November 17, 2011

Asisten Lagi

wooff....

Hari ini, mulai bantuin Pak Ari lagi dikelas, semoga ada jalan yang baik menuju karir mengajar seperti cita-cita gw selama ini...Amin :)

Rasanya tegang juga udah beberapa bukan nggak bantuin Pak Dosen tersebut dikelas, semoga aja bisa mengikuti materinya dengan baik..entah enapa rasanya tumpul banget ni otak, hohoho..

Belum lagi (ehem) badan udah gendut n baju nggak ada yang muat :P
Yoooooooooosh!! Semangat!!!!

xoxo
Puw

Wednesday, November 16, 2011

Opening a Business??

It's been months since I left my last job.. I'm starting to feel rather nervous because I can't see what road lies ahead, what will I come to face. After a while, I came to conclusion that I may not suited for 'office job'. I thought I'd do much better to do things I love. 

I love teaching; and some exciting experiences had given me some good feeling about it. I love crocheting, making beautiful stuffs to decorate my room, and I'm getting really good at it. I have loved cooking for a long time, and seeing happy faces eating the food I made them is so much refreshing.. Lately I'm learning to bake, for the reason to be able to eat apple pie as much as I can and whenever I wanted, and now I'm addicted to it. It's fun!!

I also believed that we can live doing what we like; and also making a living from it. At the beginning, it may not give you much, but after a long and consistent delivered branding image, it will give you more than enough. The only (and the BIGGEST) obstacle is that we MAY NOT HAVE ANY MONEY to begin with. It's true. anyone with my kind of background would feel so. And it may disheartening, and couse us to cease dreaming. 

Recently, my friend Vivi prenounced an idea to make our own business. we are going to sell my crocheted item as a wedding souvenirs. I think it's a good idea, I have been crocheting for a while and I have also intended in selling them. Our capital is small, and project based, so my payment as an assistant for lecturer will be sufficient to pay my share. We have not much money yet, I'm still unemployed and Vivi got married recently, so we need to be careful about budgeting. 

Time to try our luck, don't you think???



xoxo
Puw



Sunday, October 9, 2011

Older

1,5 bulan yang lalu my dearest best friend, Tiara Ratri, melahirkan. Yap, tepatnya tanggal 18 Agustus 2011, seorang bayi laki-laki memasuki dunia ini. Namanya Muhammad Satria Malaka Darwin, panggilannya Laka. 2 hari kemudian gw jenguk the mommy and newborn baby-nya di RS Hermina Jatinegara. Deg-degan banget (padahal bukan bayi gw =.=) mau ngeliat baby nya. Walaupun bukan pertama kalinya liat baby, tapi perasaan tetep nggak karuan tanpa ada penjelasan yang rasional.

Begitu sampai di RS, tanya sana-sini dimana letak kamarnya Tiara, soalnya gw dan mas Alin (ahem,, liat baby ditemenin cami, ktauan dah pengen dibuatin juga :D) Di depan pintu kamarnya, gw ketok2 ga ada yang bukain..yasudah gw masuk aja..ternyata the mommy n babynya Cuma berdua aja, lg proses susu-menyusui , akhirnya daku masuk ngintip proses tersebut dan mas alin duduk di sofa yang dipisah tirai sama tempat bubu pasien.

Saat liat Tiara menyusui, perasaan kok aneh ya. Bukan aneh yang negatif sih, tapi ada rasa ganjil yang mengkonfirmasi betapa kami sudah tumbuh dewasa. Tiara udah menikah dan jadi ibu. Kami bukan lagi anak remaja yang suka nangkring di Pizza Hut deket sekolah. Bukan anak ABG labil yang bingung masalah cowok dan jerawat. Masa – masa itu udah lewat satu dekade yang lalu. Wow, pikir gw saat itu, we’re actually getting older. I just wish we’re becoming wiser too J

Anyway, welcome to the world, Baby Laka. Selimutnya nyusul yaaa :D

Wednesday, June 1, 2011

Best Friend :)

Sebenarnya apa aja syarat menjadi sahabat yang baik ? Apa selalu mendukung setiap saat tanpa pandang bulu ? Membela sahabat kita mati-matian ? Bertemu tiap bulan untuk arisan ? Harus begitukah ?

Gw punya SATU (yea, memang cuma sebiji doang) sahabat baik. Sahabat dari SMA sampai sekarang dan hubungan persahabatan kami nggak pernah memudar sampai sekarang. Padahal sejak lulus SMA sekitar 10 tahun yang lalu, telpon dia mungkin kurang dari setahun sekali. Tapi apakah dengan begitu care gw ke dia berkurang? No. Sama seperti dia yang juga selalu care sama gw.

Ada beberapa hal yang bikin gw nyaman dan merasa kita saling memahami satu sama lain, dan percaya betul bahwa dia betul-betul sahabat yang paling bisa gw andalkan.

Pertama, dia adalah orang yang selalu ada saat gw susah. Dan gw selalu ada saat dia susah. Kalo orang lain yang gw sms hanya setahun sekali dan itupun untuk cerita betapa malangnya hidup gw, mungkin udah jauh-jauh dari gw. Gila juga, buat apa ngeladenin orang yang nggak pernah ngabarin, dan sekalinya ngabarin malah mengeluh pula? Males banget kan? Tapi hal itu nggak berlaku buat gw dan dia. Kita bener-bener friends in need. Banyakan lagi butuhnya kalo ngubungin. Hihi. Tapi nggak ada yang saling keberatan tuh.

Kedua, relationship kami tergolong sehat. Sejak pertama kenal dulu, nggak ada salah satu dari kami yang nggak jujur. Kalo dia nggak suka sikap gw, dia bilang terang – terangan. Begitupun gw. Jadinya kita biasa saling kritik, biar pedes, tapi itu jelas dilakukan demi kebaikan pihak satunya. No hard feeling. Enteng aja nerimanya. Kalo orang lain yang melontarkan kritik, mungkin kami akan tersinggung. Tapi dia nggak pernah tersinggung kalo gw kritik, dang w juga nggak keberatan kalo gw kritik.

Ketiga, kalau salah satu dari kita berbuat salah dan menyebabkan orang lain marah atau tersinggung, maka yang satunya lagi nggak akan langsung belain. Beda sama orang yang merasa dirinya sahabat, trus temennya’dizalimi’ karena dianggap salah; trus si sahabat langsung ikutan maki-maki n belain mati-matian. Nggak ada istilah kaya gitu di hubungan gw dengan sahabat gw itu. Kalo gw salah, dia malah encourage gw untuk minta maaf. Keren kan? Tmen yang jujur kaya gitu nggak ada duanya deh.

Dan yang terakhir, perasaan aman. Gw ga pernah merasa jengah atau malu untuk nyeritain dosa-dosa gw ke dia. Nggak pernah takut dia akan bocorin rahasia gw. Kami bisara mengenai apa saja, mengenai siapa saja. Dan dia juga begitu. Perasaan secure itu sampai sekarang nggak bisa tertandingi oleh siapapun.

Makanya, walaupun sekarang dia juga udah punya kehidupan baru, punya suami, udah hamil pula, rasanya persahabatan kami nggak berubah. Semoga bisa sahabatan sampai hari terakhir menikmati dunia ini.

This is for my best friend, Tiara Purnama Ratri. Wishing the best for the best person I have come across in my entire life :3

I Don't Understand You!

"I dont understand. You have a weird relationship. You've been together with him forever but nothing happened. No marriage, no developments. I'm curious whether he's serious or not."


Monday, May 30, 2011

Loving Life

Waw...dalam dua bulan ini banyak banget yang terjadi.. Mulai dari diterima kerja (akhirnya),pindah kost, ikut konferensi komunikasi di kampus, bantuin ayah-bunda pindahan,dan..mmm, pacaran hampir tiap hari, rasanya cepet banget waktu berlalu. Padahal ini baru kali kedua gw terima gaji, artinya kan baru dua bulan ini hidup gw berubah. Aneh ya?

Anyway.. karena banyak yang terjadi, jadi nggak tau juga ni pengen cerita yang mana. Jadi gw hanya akan mengungkapkan betapa besarnya syukur yang gw rasain saat ini. Banyak pengalaman baru yang gw dapat, mulai dari adaptasi, menumbuhkan percaya diri untuk bicara di depan umum, menjaga hubungan baik, dan pergi ke tempat yang menambah pengetahuan. Have fun sama teman-teman kantor, jalan-jalan, pertama kalinya makan sushi dll. Nggak semuanya itu menyenangkan sih, tapi tetep bisa dapet pengalaman baru yang bikin gw tambah dewasa, dan tambah pinter.

Yang agak ribet adalah, perbedaan status antara di kantor dengan di kampus. Kalo dikantor, secara status masih karyawan baru masa percobaan, maka kerjaan saya adalah DISURUH - SURUH. Plus karena kerjannya banyak, jadi banyak lupanya, banyakan bodohnya daripada pinternya.

Tapi kalo dikampus, hmm.. beda banget. Di kelas, sebagai reviewer yang berstatus sebagai 'one of my best student' (mengutip Pak Ari), semua mahasiswa dikelas memandang gw dengan cara yang berbeda. Dikantor deg-degan kalo ditanyain, takut ga tau. Di kampus, student yang deg-degan kalo gw tanyain. Ironis sih, sebenernya, tapi gpp lah sebagai pengalaman :3

Di kantor gw harus belajar lebih keras merendahkan emosi dan harga diri, karena di kelas terbiasa didengerin, maka kalo ketemu bos yang (kebetulan sedang) ogah dengerin kita dan pengen marahaja gitu kerjaannya, ya kudu ditelan mentah-mentah.. hehehe... ga enak sih tapi mau diapain lagi. Ada sih perasaan yang bikin ga betah, karena merasa 'gw terlalu berharga untuk diperlakukan begini', atau at least perasaan 'I want to be treated fairly' karena gw tau kerjaan gw beres. Tapi ga bisa dong kita ngatur mood orang n minta dia (apalagi bos) untuk dengerin kita. Seenaknya aja doi ambil kesimpulan bahwa gw salah, tapi apa mau dikata? Walaupun susahnya setengah mati, gw harus berpikiran bahwa setiap orang yan kita temui itu 'unik', jadi kita bisa lebih legowo (mudah-mudahan :P)

Selain itu, ini bisa jadi bahan untuk gw lebih memahami proses komunikasi, yang bisa gw jadiin pengalaman dan bahan untuk pembelajaran, yang selanjutnya diharapkanakan berguna untuk kehidupan gw di bidang pendidikan. Nice kan? Kaya tujuan penelitian ya? hehe..

Oleh karena itu, gw sedikit demi sedikit melangkah berdasarkan pada pemikiran tadi. Gw juga jadi lebih simpati sama student yang mukanya udah tegang bgt waktu mau gw review.. Karena diatas langit masih ada langit, makin panjang jumlah waktu yang kita habiskan di dunia, makin dewasa kita seharusnya,dan dengan pengalaman - pengalaman ini, gw ingin lebih banyak belajar...

Begitulah, life is funny, but good, doesn't it??

Saturday, October 23, 2010

Kangen

Hari ini gw belajar bahwa kangen sama seseorang bisa bikin kita speechless. Ga bisa keluar kata-kata indah dan ga tau mau bicara apa ama dia. Malah sesak dan pengen nangis, nyesel udah negative thinking n nyangka dia ga perhatian. Nyesel udah berpikir bahwa kasih sayangnya sudah memudar. Nyesel udah jenuh duluan dan bertanya-tanya kenapa gw cepet jenuh sama hubungan kami, padahal kadar kangen dia justru lbh besar dari gw.

Dan entah kenapa, di mata gw dia hari ini begitu besar dan gw makin menghormati dia sebagai pasangan, sebagai orang terdekat yang mestinya gw percayai dan dampingi sepenuh hati.

Maaf ya sayang....

Wednesday, October 20, 2010

Tukang Fotokopi

Gw bersua dengan tukang fotokopi ini hari Selasa kemarin. Karena sejak hari Minggunya badan ini tak karuan, pusing-meriang-keringat dingin- mual-muntah, bisa ditebak dong kalo mood gw juga sama ga karuannya. Nah, di pagi Selasa yang cerah bin panas ini, bokap nyuruh gw fotokopi KTP n NPWP bokap, plus laminating ulang tu kartu NPWP karena plastiknya udah lepas sebagian.

Singkat cerita tibalah gw di tikungan tempat fotokopi mungil itu.badan masih enakan neh, jadi jalannya semangat n ketika tiba gw udah siapin senyum manis buat si abang fotokopi itu. Soalnya seingat gw tu abang-abang jutek bener, kali aja kalo disenyumin dia jadi baik hohhohohoho....

Begitu gw melongokkan kepala kedalam, ternyata kaga ada tu abangnya. Gw bilang permisi, dia kaga muncul. Gw kencengin lagi tereaknya, dia masih kaga nongol. Setelah 3 kali tereak, si abang kaga muncul juga, akhirnya gw berinisiatif bertanya pada tetangga sebelahnya.

'pak, maap, si abang fotokopi ada nggak ya?'

'oh ada tuh, tereakin ajah'

Jah, si bapak kaya kaga denger aja gw ude jerit-jerit dari tadi XD

Walhasil, jadila gw tereak-tereak 'PERMISSSSIIIIIHHHHH' sampe tenggorokan gw sakit...hehe, ga sih, bentaran doang, tapi lumayan buat bikin keringet dingin gw makin pol ngucurnyah... Setelah sekian kali jerit, akhirnya terdengar suara kresek-kresek dari balik counter. Ternyata si abang TIDUR di bawah!


DONG - DONG - DONG!!!

(makasi bang, abang bikin saya 'sehat' bener dah, jerit-jerit dari tadi)
Untungnya si abang yang muncul beda, bukan si abang jutek :P

Gw bilang sama si abang, 'yah si abang tidur ye?'

Kata si abang 'Aaah ndaaaak, tidur-tidur ayam ajaaa', padahal tu mata merah bangat (suaranye kenceng plus medok Jawa bgt dah, bisa dong bayanginnya).


Trus gw blang gw mao potokopi n laminating, eh dia bilang

'ya ndak bisa to'

>.< gw tanya lagi, 'ooo, ndak bisa, di deket sini ada ga yang bisa?'

Dia malah ketawa garing dan bilang
'ya disini to, laminatingnya'

Ok, ni orang kayanya mao nglucu n scara gw orangnya BAIK BANGET maka gw nyengir balik untuk menunjukkan apresiasi gw terhadap leluconnya. Walaupun kayanya gw jadi kliatan meringis gara-gara kringet dingin gw mengucur deras tepat saat gw berusaha nyengir >.<

Trus dia sibuk dgn request gw, sampai pada saat melaminating tu NPWP punya bapak saya, die mendadak jerit KUENCENG BANGET,

'WADOH GUAWAT INI MBAK! KERTASNYA LENGKET!!'

Apaaa lagi itu, gw kaga ngarti! Kertas yang lengket juga gw kaga tau kertas apaan >.<

Trus die tunjukin ke gw kertas yang dimaksud tak lain dan tak bukan adalah NPWP bapak saya yang ketempel di kertas-apaan-tau-itu.

Keringet gw makin ngucur, bintang-bintang yang dari tadi kelap-kelip di mata gw makin kinclong-LHA KALO TU NPWP ANCUR GW KUDU BILANG APA??

Gw bilang' Bang, ntu kan mesin press punya situ, bisa debenerin ga tu press-an nya?'

Dia GAK JAWAB! Die sibuk ngorek - ngorek NPWP bapak gw.

EMOSIIII!! Tapi dia lg berusaha, jadi gw diemin aja.

Trus ga tau gmana tu NPWP bisa lepas dari kertas-lengketnya, dan dia press ulang dah tuh. Dimasukin ke plastik, trus dimaskin ke mesin.

Slese itu dia liatin kartu NPWPnya, tau de ngliatin apaannya disitu.

Trus dia TERIAK lagi aja loh!
'WADUH!! KASUS INI MBAK! INI ITEM-ITEM APA YA, CORETAN ATAU RAMBUT SAYA YA? '

Hiks, apaan lagi seeeh!

Gw udeh bodo amat, toh itemnya dikit ini, jadi gw minta tu smua benda-benda hasil kerjaan dia buat dibawa pulang. Eh dia ga kasi loh! Dikutak-atiknyalah ampe tu item-item ilang, dan ketahuan deh tu rambut die yang nyangkut..

Grrrr.... Ada-ada aja ni abang...

Stelah basa-basi dikit bilang makasi n bayar, gw pulang...
Dijalan gw berpikir

'lain kali kalo gw potokopi n tukangnya TIDUR,mendingan PULANG aja lagi deh'

>.<

Ada-ada ajaaa








Sunday, October 17, 2010

Beri-beri

Huwaaaaaah!

Ini pertama kalinya setelah sekian lama nggak buka blog ini, sempat lupa pula passwordnya, sekarang setelah berhasil buka, gw ga tau mo nulis apa! Plus sekarang ngantuk berat lagi, hehehe..

Sejak beberapa waktu yang lalu ada yang menggelitik pikiran gw.. Mengenai trend pake Blackberry, atau mengutip istilahnya Pak Ari, dosen pembimbing thesis gw, 'beri-beri'.

Sebenernya biasa aja sih, trend ini. Sama kaya dulu semua orang di jaman gw SMS pake 'Nokia Sejuta Umat' alias Nokia 5110. Semua pake karena handphone itu ngetren abis (dan murah). Kalo ditanya ke anak2 jaman itu yang pake Nokia 5110, mereka akan bilang, 'habis semuanya pake sih'. Bukan karena mereka suka fiturnya, suka tampangnya, atau suka apanyalah yang bikin mereka naksir. Jaman itu ada Ericsson T-berapa gitu yang murah meriah dan catchy. Gw sendiri pakai Nokia 6110 (tampangnya lebih ok, menurut gw), lalu ganti ke Siemens yang ada shock resistancenya. Sejak dulu gw terbiasa memilih barang yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan gw.

Jadi, gw agak kurang ngerti dengan perilaku orang-orang dulu (dan juga sekarang), yang beli besuatu karena 'semua orang pake'.

Dan kadang, gw merasa aneh karena cara pandang gw beda dgn yang lain.
Gw beberapa kali diledek karena 'keteguhan hati' gw untuk nggak pake BB.
Misalnya, ada temen yang bilang
'yah kalo putu ga usah diajak chat-lah, dia kan ga bisa online terus'.

Atau temen sms bilang
'gw tadinyg mao sms lo buat nanya pin BB sih, tapi gw lupa gitu lo ga punya BB, jadi gw ga usah tanya lah ya'.

Dan komentar lainnya yang bikin panas ati waktu dibaca atau didenger.

Tapi setelah dipikir-pikir, sebenernya sih gw harus pede aja dgn apa yang gw miliki. Kalau dilihat sisi lainnya, temen yang ngeledek gw itu, rata-rata orang yang suka ikut-ikutan pake ini-itu. Dalam pengamatan gw, mereka itu termasuk orang yang kurang pede dengan dirinya, jadi mereka membutuhkan 'sarana penunjang' berupa fasilitas dan aksesori untuk menutupi kekurangannya. Walaupun mereka mengaku kalau mereka 'pede abis' alias kelebihan rasa percaya diri, tapi gw pengen liat, kalo semua barang yang nempel di badan mereka dilucutin, sehingga yang tersisa cuma body, mind and soulnya doang, seberapa besarkah kadar percaya dirinya? Belum tentu segede sekarang, ketika mereka menenteng BB dan mengutak-atiknya di bus Transjakarta.

Gw bukannya ga suka BB. Gw juga ga iri karena ga punya. Toh gw online dengan Handphone yang lumayan canggih. Yang bikin gerah adalah ketika personal value gw disinggung dengan kata-kata ga enak. Pilihan gw adalah pilihan dan tanggung jawab gw sendiri, dan nggak ada seorangpun yang berhak untuk mencampurinya. Toh kalo gw emang BUTUH, gw pasti pake. Kalo ga butuh, ya ngapain juga.

Justru, gw akan malu kalo misalnya, suatu hari berkoar di fesbuk, bilang 'ga mau pake BB karena takut terlalu gaya', tapi ga sampe seminggu kemudian update status melalui 'Facebook for Blackberry'. Setelah itu, lupa dengan kata-katanya dan berkoar ulang (dan lebih kenceng) bilang 'kan malu dong, ga gaya..ga enak kalo ditanya pin BB ga bisa jawab'. HHMMPPHHHH!!!! Memalukan.

Ilustrasi diatas karangan lho ya, kalo ada yang berasa jangan tersinggung.. Cuma MISALNYA aja..

Yang jelas, sekarang setelah ditulis, rasa tergelitiknya udah legaan dikit. Dan gw tetep pede online dengan Nokia gw.

Hohohohoho

Sunday, April 12, 2009

hitam-putih

Hmm..seperti sebelumnya...

Sejak kemarin baikan lagi ^_^

Aneh deh...setiap kali brantem, rasanya kok hubungan kami ga ada benernya..
Tapi kalo dah baikan, rasanya sayaaaaaaang banget...ga ada jeleknya deh...

hehehe..

mungkin aku orang yang hanya bisa melihat hitam putih saja dalam hidup...

Saturday, April 11, 2009

Please understand..

Knapa ya gw selalu nge post saat perasaan ga karuan?

mm..entahlah..mungkin karena gw betean...heheee

Bukannya ingin menuntut terlalu banyak, tapi memang ada beberapa hal yang ga bisa gw toleransi dari pasangan. Seperti semalam ketika gw nangis sendirian tengah malam karena dia pergi sama temen2 lamanya...

Dia dah lama ga ketemu. Gw ngerti sepenuhnya. Dia ingin menghabiskan waktu yang berharga dengan temen2. Gw juga ngerti sepenuhnya. Tapi satu yang ga bisa gw paham. Kalau dia menghabiskan waktu sampai tengah malam untuk bersenang - senang. 

Gw ga bisa paham. Dan jujur aja, gw sangat ga suka kalo punya pacar (atau nanti suami..) yang pulang tengah malam untuk bersenang2 dengan teman2 lamanya. Kenapa harus habis2an kaya gitu? seolah ga ada hari esok aja...sampai lupa waktu..

Bahkan ketika gw nangis, dia tetep memutuskan untuk stay sama temen2nya. 

Mungkin karena gw bukan anak gaul yang biasa pulang malam, maka gw  berharap setidaknya cowo gw juga melakukan hal yang sama.

Gw ga pernah keberatan dia jalan sama temen2nya..gw ga keberatan dia bersenang2 sama mereka. Toh, walaupun belum kenal, teman dia adalah temen gw juga..

Yang bikin keki adalah lupa waktunya itu...

Entahlah, mungkin gw cemburu sama temennya yang bisa mendapatkan waktu dia lebih banyak dari gw. Mungkin gw emang penuntut. Gw ga tau. 

Tadi pagi kami baikan dan baru aja, gw telp dia...

Gwminta dia agar jangan pulang malam lagi..terutama kalau kami jadi menikah.
gw ga mau ditinggal sendirian sementara dia seneng2 karaokean ama temen2nya..

Dia bilang, ya toh kalau dia pergi pun, dia akan bilang dan jaga kepercayaan gw. 

Mungkin seharusnya gw seneng denger pernyataan itu. Tapi nyatanya nggak.

Mungkin temen2 yang cewe bisa mengerti perasaan gw. Bahwa jika kita memutuskan untuk memiliki pasangan, ada hal - hal yang perlu diprioritaskan. 

Entahlah. Gw mungkin kuno. 

Tapi satu hal yang perlu diingat, gw selalu memperbolehkan dia untuk ketemu temen2nya.

Sayang, aku cuma berharap kamu mau mengerti........

Tuesday, April 7, 2009

Aduh, berantem lagi....


mm...

Kemarin gw bertengkar dengan pacar tersayang..bukan apa-apa siy, karena ada satu masalah dan itu merembet kemana-mana (seperti biasa, gw-lah bensinnya...). 

Karena cemburu.

Seperti yang dia tahu, gw ini sangat cemburuan kalo udah menyangkut masalah cewe lain yang sering 'curhat' sama cowo gw. Ga peduli apakah cowo gw punya perasaan ke dia atau ngga, teteup ajah..kalo urusannya udah curhat-curhatan (apalagi kalo ketemu ciyum-ciyum pipi! ini niy yang paling bikin dada berkecamuk..pipi diya kan buat gw seorang >.<) pokoknya cemburu! Padahal dia dah bilang kalo dia ga pernah ada hubungan apa2, cuma nyediain kuping doang, tetep aja yang terlihat di mata gw adalah, ada cewe super asing yang tiba2 menyodorkan pipinya ke cowo gw. Akhirnya berantem deh.

Apalagi ketika dia ngejelasin duduk perkaranya, mengatakan kalo reaksi gue sangat berbeda dari yang dia harapkan. Dia bilang reaksi gw beda dari reaksi gw ketika ketemu temen2nya yang lain. Ini - itu - ini - itu. Gw ga tahan. Apapun yang dia bilang, gw ngerasa dia menyalahkan kecemburuan gw terhadap teman-cium-pipinya itu dan dada rasanya sesak banget. 


Mungkin karena hubungan yang masih seumur jagung, kami belum bisa mengerti betul watak dan kebiasaan masing-masing.. Pernah, gw bete banget sama dia yang ga merhatiin waktu gw sakit dan sendirian di rumah sakit nungguin bokap dateng..yah, pengenlah dijengukin atau paling ngga, dia menunjukkan bahwa dia pengen ada disamping gw.. 

Tapi dia ga jenguk. 

Dan gw kecewa.

Yah, hal-hal kaya diatas, bikin gw ngerasa gw ga cocok ama dia. Kadang gw berpikir, cewe se - emosional gw ga pantes dapet cowo sesabar dia. Yang gw punya cuma kebulatan tekad untuk bisa bersama dia, apapun resikonya. Dan hal itu mungkin ga cukup untuk merekatkan hubungan kami. Sampai sesekali terlintas, mungkin lebih baik kalau dia dapet cewe lain daripada bersama gw. 

Tapi gw ga bisa lepasin saat - saat ketika gw bisa lihat senyumnya. Saat kami tertawa karena kebodohan kami. Saat berharga ketika dia memandang mata gw dan bilang bahwa dia sayang gw. Saat kami berjanji untuk belajar saling memahami. Dan saat ketika kami merencanakan masa depan bersama...

Uwaa....pengen nangis...

Pada saat kacau seperti ini, ingatan tentang happy moments bersama dia terbayang kembali, dan yang terlintas di kepala gw adalah "Gw ga mau kehilangan kebahagiaan gw". Dan gw akan bisa kembali memandang matanya. 

Dan dia akan bilang "kita berusaha sama - sama ya, dan jadi dewasa bersama".
Lalu gw menjulurkan jari kelingking gw untuk baikan...  

Ga sampai 5 menit setelah itu, kami udah bisa ketawa-ketawa lagi...heheee...ngambek berhari-hari, baikannya cuma buth beberapa patah kata aja..mmm...

Benar juga, kalau mencari yang cocok, kita ga akan pernah menemukannya..

Yang bisa kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk menjadi diri sendiri, dan belajar saling memahami, dan mencocokkan diri kita dengan pasangan, dengan begitu, kita bisa mencintai dan dicintai dengan tulus...

Berjuang ya sayang........



Saturday, March 28, 2009

cinta..

Cinta,
Berada di dekapmu, mengikuti denyut nadimu dan menjadikannya
Detak jantungku…

Ah, cinta..
Seiring berlalunya hari kau menjadi pucuk indah dalam taman jiwa..
Namun haruskan kusirami dengan air matamu?
Tak ingin menyayat hatimu, tak sanggup jua mencabut akarnya..
Terlanjur kutanam cinta, tempatku bernaung..


Ah,cinta…
Pantaskah aku untukmu?

Thursday, March 26, 2009

Ingin

Aku ingin bertemu denganmu...
Sebentar saja........